6 tips untuk meningkatkan dan mempertahankan fleksibilitas seiring bertambahnya usia

Fleksibilitas berkaitan dengan rentang gerak jaringan lunak yang mengelilingi sendi. Jaringan lunak ini termasuk otot, tendon, ligamen, fasia, kapsul sendi, dan kulit.

Akan sangat membantu untuk menganggap jaringan lunak ini seperti komponen pita elastis. Pita elastis yang jarang digunakan atau diregangkan, sering kali akan menjadi kencang dan rapuh, tidak akan meregang lagi hingga kapasitas penuhnya, dan bahkan mungkin putus. Padahal, karet gelang yang diregangkan melalui berbagai gerakannya secara teratur, akan sering kali tetap lentur, dan tampak lebih baru.

Tubuh kita agak mirip. Sekelompok jaringan lunak di sekitar sendi yang jarang dimobilisasi atau diregangkan bisa menjadi pendek dan kencang, membuat sendi terasa kaku – atau bahkan nyeri – untuk digerakkan. Pakar kesehatan juga percaya bahwa ini dapat menyebabkan ketegangan dan kerusakan otot.

Namun, ketika sekelompok jaringan lunak di sekitar sendi dimobilisasi dan diregangkan secara teratur, kemampuan mereka untuk bergerak melalui rentang gerak yang tidak terbatas dan bebas rasa sakit dapat ditingkatkan dan/atau dipertahankan.

Fleksibilitas dapat bervariasi dari orang ke orang tergantung pada sejumlah faktor yang berbeda termasuk genetika, struktur anatomi, jenis kelamin, usia, tingkat aktivitas, dan riwayat cedera atau kecacatan. Ini juga bisa spesifik untuk sendi individu dan kelompok otot, yang berarti bahwa beberapa bagian tubuh kita bisa lebih fleksibel daripada yang lain.

Author: Delores Holt